oleh

Jenis Fungsi dan Manfaat Geotextile untuk Stabilisasi dan Perbaikan Tanah

Jenis Fungsi dan Manfaat Geotekstil adalah lembaran sintesis yang tipis, fleksibel, berpori yang digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah dikaitkan dengan pekerjaan teknik sipil.

Manfaat geotekstil merupakan cara moderen dalam usaha untuk perkuatan tanah lunak. memiliki kemampuan untuk memisahkan, menyaring, memperkuat, melindungi, atau mengeringkan. dikutip dari wikipedia

Jenis dan Manfaat Geotextile

Biasanya geotextile dibuat dari polypropylene atau polyester, kain geotekstil datang dalam tiga bentuk dasar:

  • Tenunan (menyerupai karung kantong surat)
  • Jarum tertekan (menyerupai flanel)
  • Ikatan panas (menyerupai flanel yang disetrika).

Fungsi Geotextile

Fungsi umum dari geotextile adalah sebagai separation, filtration, and reinforcement yakni pemisah, filtrasi dan penguat.

Bagaimana untuk memilih geotextile sesuai dengan fungsi yang ingin dipakai?

Fungsi geotextile sebagai pemisah

Dalam konstruksi, yang dimaksud dengan fungsi geotextile sebagai pemisah adalah peran geotextile dalam mencegah tanah/ batu dengan ukuran yang berbeda supaya tidak tercampur.

Contohnya: dengan memisahkan tanah yang halus dari aggregate dari base dalam konstruksi jalan, geotextile dapat mempertahankan karakteristik dan stabilitas dari jalan sesuai dengan design dengan mencegah agar tanah halus tidak tercampur dengan aggregate dari base.

Faktor yang paling penting untuk geotextile dengan fungsi ini adalah ketebalan dan permeabilitas dari geotextile.

Pada dua lapisan tanah yang berbeda, tercampurnya tanah granular dengan tanag berbutir halus menyebabkan kekuatan tanah granular menjadi berkurang.

Untuk mencegah tercampurnya dua jenis tanah yang berbeda, Geotextile telah banyak digunakan sebagai material pemisah (separator) di antara kedua lapisan tersebut.

Pemasangan geotextile dimaksudkan untuk menjaga integritas dari kedua lapisan tersebut.

Pada struktur pekerasan jalan, rendahnya kapasitas dukung tanah dasar merupakan masalah yang paling sering dijumpai terutama pada tanah berbutir halus yang basah, jenuh air, dan sensitive terhadap gangguan tanah.

Perancangan yang tepat dengan menggunakan geotextile, baik yang berfungsi sebagai pemisah, perkuatan, maupun stabilisasi dapat memberikan penyelesaian yang lebih cepat dan ekonomis.

Dalam pembangunan jalan pada tanah dengan kapasitas dukung sangat rendah atau tanah dasar (subgrade) lunak, pemasangan geotextile di atas tanah lunak dapat membuat perkerasan jalan lebih stabil oleh beban lalu lintas di atasnya dan mempunyai umur masa layanan yang lebih panjang.

Aplikasi Geotextile Sebagai Separator / Pemisah

Bahan geotextile non woven digunakan sebagai aplikasi pemisah agar mencegah tercampurnya material yang satu dengan material yang lain.

Seperti penggunaan Geotextile pada proyek pembangunan jalan di atas tanah yang dasarnya lunak.

Pada proyek tersebut, Geotextile berguna untuk mencegah naiknya lumpur ke sistem perkerasan, Supaya tidak terjadi pumping effect yang akan merusak perkerasan jalan yang sudah terbentuk.

Keberadaan Geotextile dapat mempermudah proses pemadatan sistem pengerasan.

Aplikasi Geotextile Sebagai Stabilisator

Manfaat Geotextile biasa disebut sebagai Reinforcement / Perkuatan. Contohnya dipakai untuk proyek timbunan tanah, penguatan lereng agar tidak longsor dll.

Fungsi tersebut masih dijadikan perdebatan dikalangan ahli geoteknik, karena Geotextile metode kerjanya menggunakan membrane effect yang hanya mengandalkan tensile strength (kuat tarik) sehingga kemungkinan terjadinya penurunan pada timbunan setempat masih besar, dan geotextile kekuatannya kurang karena bahan geotextile memiliki sifat mudah mulur bila terkena air (terjadi reaksi hidrolisis) hal tersebut rawan untuk bahan penguatan lereng.

Fungsi Lain Geotextile

Fungsi Geotextile lainnya yaitu sebagai pengganti karung goni pada proses curing beton karena dapat mencegah terjadinya retak saat proses pengeringan beton baru.

Dalam penggunaan geotekstil kita harus menetapkan perkuatan sebesar apa yang dibutuhkan, berikut faktor-faktor yang harus diperhatikan:

  1. Jenis geotekstil yang akan digunakan
  2. Sifat hubungan dan regangan,hal ini diperlukan agar deformasi yang terjadi pada konstruksi perkuatan kecil.
  3. Sifat pembebanan, Perkuatan di atas tanah lunak,beban timbunan yang lebih besar akan memerlukan perkuatan dengan tensile strength yang lebih besar pula.
  4. Kondisi lingkungan, Perubahan cuaca, air laut, kondisi asam atau basa serta mikro organisme seperti bakteri akan mengurangi kekuatan geotextile.
  5. Bahan timbunan yang akan digunakan

Beberapa keuntungan menggunakan geotekstil,diantaranya :

  1. Mencegah kontaminasi agregat subbase dan base oleh tanah dasar lunak dan mendistribusikan beban lalulintas yang efektif melalui lapisan-lapisan timbunan.
  2. Meniadakan kehilangan agregat timbunan ke dalam tanah dasar yang lunak dan memperkecil biaya dan kebutuhan tambahan ‘lapisan agregat terbuang’.
  3. Mengurangi tebal galian stripping dan meminimalkan pekerjaan persiapan.
  4. Meningkatkan ketahanan agregat timbunan terhadap keruntuhan setempat pada lokasi beban dengan memperkuat tanah timbunan.
  5. Mengurangi penurunan dan deformasi yang tidak merata serta deformasi dari struktur jadi.

Apa alasan dipasangnya geotextile?

Dalam aplikasi geotextile sebagai pemisah pada pekerasan jalan, geotextile berfungsi sebagai mencegah terjadinya pencampuran antara tanah dasar dengan agregat penutupnya, seperti lapis pondasi bawah, lapis pondasi, timbunan pilihan dan sebagainya.

Jenis jenis geotextile

Mungkin sebagian besar dari orang yang bekerja di bidang konstruksi sudah tidak asing lagi dengan geotextile dan fungsinya. dan berikut 2 Jenis geotextile

1.Woven Geotextile (Anyaman)

Pengertian geotextile woven adalah salah satu jenis Geotextile teranyam. yang terbuat dari bahan dasar Polypropilene.

Agar mempermudah pengaplikasiannya, Geotextile Woven seperti karung beras tapi bukan yang terbuat dari bahan goni tetapi berwarna hitam dari bahan sintetik.

Geotextile Woven memiliki fungsi sebagai bahan stabilisasi tanah dasar terutama tanah dasar lunak agar tanah tersebut bisa terlapisi dan tidak mudah turun permukaannya karena dilapisi geotextile woven, karena Geotextile jenis ini mempunyai tensile strength (kuat tarik) yang lebih tinggi dibandingkan denganGeotextile Non Woven sekitar 2 kali lipat untuk gramasi atau berat per m2 yang sama.

Baca Juga : Cek Harga Geotextile Woven Terbaru

2.Non-Woven Geotextile (Nir-Anyam)

Geotextile Non Woven, adalah Filter Fabric yang jenisnya tidak teranyam, berbentuknya seperti karpet kain. Umumnya bahan dasarnya terbuat dari bahan polimer Polyesther atau Polypropylene.

Geotextile Non Woven digunakan sebagai Penyaring (Filter)

Penyaring Geotextile Non Woven bermanfaat untuk mencegah terbawanya partikel tanah pada aliran air.

Geotextile Non Woven bersifat permeable (tembus air) oleh karena itu air dapat melewati Geotextile dan partikel tanah dapat tersaring.

Aplikasi Geotextile Non Woven biasanya digunakan sebagai aplikasi filtrasi pada proyek drainase bawah tanah.

Demikianlah Sekilas Informasi tentang Jenis Fungsi dan Manfaat Geotextile untuk Stabilisasi dan Perbaikan Tanah yang kami himpun dari beberapa sumber.