oleh

Cara Menjadi Reseller Sukses Modal Kecil dan Tanpa Modal

Cara Menjadi Reseller Sukses Modal Kecil dan Tanpa Modal, mau Jadi Reseller atau Drop Shipper? Pelajari ini Dulu Bagi kamu yang suka berbelanja online, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah reseller dan drop shipper.

Mungkin sebagian dari kamu berpikir bahwa kedua istilah tersebut adalah berjualan online.

Reseller dan drop shiper memang sering digunakan untuk transaksi belanja online. Walaupun begitu, kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, namun reseller atau drop shipper, keduanya menguntungkan.

Biasanya, reseller dan drop shipper ini dikhususkan bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis online, tanpa harus ribet. Modal yang diperlukan juga tidak terlalu besar. seblum beranjak silahkan membaca Kiat Sukses Bisnis Online dengan dan tanpa modal

Produk yang dijadikan reseller atau drop shipper umumnya adalah produk fashion, makanan, obat, dan lainnya. Syarat untuk menjadi resller atau drop shipper juga tidak sulit. Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Apa Perbedaan antara Reseller dan Drop Shipper

Untuk mengetahui perbedaanya, tentu kita harus melihat dari definisinya terlebih dahulu. Nah, reseller adalah orang menjual kembali produk dari pihak supplier kepada konsumen.

Reseller ini bukanlah bagian dari supplier. Untuk menjadi seorang reseller, kamu harus mengeluarkan modal sendiri, dan membeli produk langsung kepada supplier. Dan kamu, sebagai reseller, harus menyetok barang terlebih dahulu.

Sementara itu, drop shipper adalah orang yang menjual suatu produk dari supplier, namun tidak menyetok barang terlebih dahulu. Dropshipper hanya menjual kepada konsumen dengan memperlihatkan gambar produk.

Bila ada calon pembeli yang memesan, maka drop shipper akan meneruskan pesanan kepada supplier. Barang yang dipesan akan dikirim oleh supplier, atas nama drop shippe

Apa Kelebihan dan Kekurangan Reseller?

Menjadi reseller, ternyata ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan menjadi reseller adalah kita bisa menyetok barang terlebih dahulu. Sebagai reseller, kita juga bisa mengetahui kualitas dari produk yang kita jual secara langsung.

Selain itu, keuntungan yang didapat juga bisa maksimal, dan bisa ditentukan sendiri oleh si reseller. Pihak supplier biasanya memberi diskon untuk reseller menjual kembali produknya.

Kekurangan reseller adalah harus mengeluarkan modal sendiri yang biasanya cukup besar, untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual. Jika barang memiliki kualitas yang kurang maksimal, pihak reseller yang akan bertanggung jawab.

Kelebihan dan Kekurangan Drop Shipper?

Dengan menjadi drop shipper, maka kita tidak harus repot menyetok barang terlebih dahulu. Artinya, untuk memulai usaha online ini, Anda tidak memerlukan modal terlebih dahulu.

Selain itu, keuntungan drop shipper adalah Anda bisa menjual barang dari beberapa supplier. Tugas seorang drop shipper adalah hanya harus maksimal dalam pemasaran produk terkait saja.

Kekurangan drops hipper adalah berhubungan dengan langsung dengan komplain dari pelanggan. Jika produk ternyata kurang baik kualitasnya, maka konsumen akan menyalahkan Anda sebagai penjual. Keuntungan drop shipper juga masih kalah dibanding reseller.

Pilih Jadi Reseller atau Drop Shipper, Sesuaikan dengan Keinginan

Pilihan kamu akan jatuh pada bisnis reseller atau drop shipper, itu tergantung keinginan kamu tentunya. Karena sudah cukup jelas cara kerja dari kedua bisnis online tersebut. Jika ingin memulai bisnis yang cukup mudah dari supplier saja, maka kamu bisa memilih menjadi reseller.

Namun jika tidak ingin direpotkan dengan berbagai macam barang di tempat kamu, sebaiknya pilih menjadi drop shipper saja. Cukup dengan berbagai gambar produk yang dipromosikan, kamu sudah bisa mengambil keuntungan, bukan? Selamat berbisnis online.

Cara Menjadi Reseller Online Tanpa Modal

Bagi Anda yang tak memiliki modal untuk usaha, maka dengan menjadi reseller adalah cara yang tepat untuk memulai bisnis Anda.

Namun bagi mereka yang tidak mengetahui bagaimana cara kerja reseller, tentu akan banyak pertanyaan terkait dengan hal ini. Bagaimana cara menjadi reseller tanpa modal? Lalu, apa yang harus saya persiapkan untuk menjadi reseller online?

Memang benar bahwa skema dropshift atau yang lebih populer dengan reseller merupakan usaha paling mudah dan cepat untuk Anda yang tidak mempunyai modal untuk membangun sebuah usaha.

Dengan menjadi reseller, berarti Anda telah menjadi bagian dari saluran distribusi atas produk milik suatu merek tertentu. Ini artinya, Anda harus benar-benar mengusai dan mengerti tentang produk yang akan Anda jual (product knowledge).

Jika Anda tertarik untuk menjadi reseller, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pahami terlebih dahulu untuk mencari, menilai, dan menangkap peluang yang tepat untuk Anda yang kami kutip dari elitemarketer.id

Menemukan Produk yang Tepat

Jika Anda ingin memulai usaha dengan menjadi reseller online, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menentukan jenis produk yang akan Anda jual.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penting bagi Anda untuk mengetahui product knowledge. Tujuannya adalah, agar Anda dapat lebih mudah menjelaskan keunggulan produk dan mempromosikannya ke customer Anda.

Memperhitungkan dan Mengenali Kompetitor

Semakin sedikit kompetitor Anda dalam menjalankan bisnis reseller, maka hal ini akan menguntungkan bagi Anda. Sering kali, suppliers tidak akan membiarkan terlalu banyak reseller menjual produknya di daerah yang sama.

Hal ini dikarenakan, dapat memulai ‘perang harga’ dan hal ini dapat menjadi bom bunuh diri yang mempertaruhkan nama baik merek dari suppliers.

Untuk itu, Anda harus mengetahui seberapa banyak kompetitor Anda? Berapa besar kompetitor Anda memasang harga? Selain masalah tersebut, bagaimana cara Anda membedakan bisnis reseller Anda dengan kompetitor Anda? Misalnya, dengan cara menawarkan produk tambahan dan layanan. Atau, apakah Anda benar-benar hanya bersaing melalui harga?

Periksa Apakah Bisnis Reseller Anda Layak Untuk Dijalankan

Cara selanjutnya untuk menjadi reseller online adalah dengan memeriksa kelayakan bisnis reseller Anda. Berarti, sejak awal Anda telah memperhitungkannya melalui kalkulasi sementara.

Hal ini untuk menghindari kerugian yang ditimbulkan saat Anda benar-benar menjalankan usaha bisnis ini. Untuk itu, berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu Anda mengidentifikasi apakah usaha Anda dengan menjadi reseller online benar-benar sudah layak?

Berapa banyak Anda akan membeli produk dari suppliers?

Siapa yang akan menjadi pembeli produk reseller Anda? (target market)Berapa banyak produk yang nantinya akan Anda jual? Berapa biaya pengiriman yang biasa dipatok oleh jasa pengiriman barang?

Setelah mengetahui hal tersebut, Anda dapat menggunakan kalkulasi sederhana untuk menghitung pendapatan Anda. Cukup sederhana, perkirakan jumlah biaya yang didapatkan dari hasil penjualan dan dikurangi dengan biaya total pengeluaran Anda saat membeli produk dari supplier.

Hasilnya akan menentukan apakah dengan menjadi reseller online akan memberikan keuntungan bagi Anda.

Memulai Langkah Awal dengan Membuat Website

Untuk memulai langkah awal menjadi reseller online, berarti Anda harus memerlukan domain dan website. Untuk itu, Anda bisa mendaftarkan diri untuk membuat domain yang dilakukan secara cepat melalui online, dan pilih web hosting yang mudah dan murah.

Atau, jika Anda tidak ingin mengeluarkan biaaya untuk pembuatan web hosting, Anda dapat memilih web hosting yang menyediakan website secara gratis.

Strategi Pemasaran yang Dapat Anda Coba

Setelah melakukan keempat hal di atas, hal selanjutnya yang harus dilakukan oleh reseller online adalah fokus untuk menerapkan strategi pemasaran yang tepat.

Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya saja, Anda dapat memaksimalkannya melalui media sosial, Email marketing, ataupun beriklan di Pay-Per-Clikck (PPC). Berikut adalah penjelasan untuk masing-masingnya:

1.) Manfaatkan Media Sosial untuk Strategi Pemasaran

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa media sosial tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Bahkan, kini informasi bisa lebih efektif jika disebarkan melalui jejaring sosial dibandingkan dengan media elektronik atau cetak.

Jika Anda bertanya cara untuk menjadi reseller, maka tidak ada strategi pemasaran yang efektif selain media sosial. Untuk itu, putuskan terlebih dulu kalangan mana yang akan dijadikan target. Anda juga harus fokus terhadap pemilihan media yang tepat.

Sebagai rekomendasi, gunakan media sosial yang memiliki banyak pengguna seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Setelah itu, tentukan konten yang banyak menarik dan kreatif sebagai kunci sukses pemasaran melalui media sosial.

Tidak hanya terpaku pada text, variasikan juga dengan konten-konten video, infografik, gambar, atau hal-hal lainnya yang dapat menarik customer.

2.) Gunakan Email Marketing

Mungkin bagi Anda yang termasuk pemula menjadi reseller online, email marketing masih terdengar baru di telinga Anda. Cara kerja email marketing yakni dengan memanfaatkan email list untuk pemasaran.

Singkatnya, email marketing dipercaya lebih efektif karena pemasaran dengan cara ini dapat langsung masuk ke inbox email si calon customer. Selain mengirimkan email penawaran produk, melalui email marketing, Anda juga dapat menjalin hubungan baik dengan para subscriber melalui email newsletter.

Perlu Anda pahami, subscriber ini hanya dapat terjadi jika calon pembeli mendaftarkan dirinya dan mengisi form subscriber pada website atau toko online Anda. Itulah mengapa, Anda harus menawarkan hal yang menarik dan bermanfaat bagi calon customer agar mereka tertarik mendaftar sebagai subscriber.

3.) Menjadi Publisher Ataupun Advertiser Iklan di PPC

Beriklan di PPC merupakan cara yang tepat dalam memasarkan suatu produk. Karena, Anda hanya membayar iklan jika iklan Anda di klik. Misalnya ketika Anda menjadi publisher, itu berarti website Anda dijadikan media bagi si pemasang iklan (advertiser).

Dan Anda akan dibayar oleh advertiser jika ada yang meng-klik setiap iklan tersebut. Sebaliknya, jika Anda adalah advertiser, maka Anda hanya perlu membayar pemasangan iklan ke publisher, jika iklan tersebut di klik.

Lantas, Apakah Perbedaan Reseller dengan Dropship?

Setelah Anda mengetahui langkah-langkah menjadi Reseller online tanpa modal dan strategi pemasarannya, timbul pertanyaan baru. Pertanyaannya adalah, apakah reseller dan dropship itu sama?

Sebenarnya, jika Anda cermati, antara reseller dan dropship hampir mempunyai makna yang sama. Yakni, orang yang membeli produk untuk dijual kembali. Lantas, apa perbedaannya? Tentu saja perbedaannya terletak pada teknik pengiriman produknya.

Jika reseller, alur pengiriman produk akan dikirim langsung dari suppliers ke pembeli (reseller). Selanjutnya, jika ada order, reseller mengirimkannya kembali ke customer–nya. Berbeda halnya dengan Dropship, yang proses pengirimannya tidak mampir ke reseller terlebih dahulu.

Karena, seseorang yang menggunakan sistem dropship hanya akan membeli produk dari supplier jika terdapat order-an dari costrumer.

Baik dropship ataupun reseller, keduanya adalah bisnis online yang sama-sama menguntungkan. Untuk belajar reseller dan dropship lebih banyak, silakan bergabung dengan dm labs, komunitas dan platform bisnis online terbesar di Indonesia.

Cara Menjadi Reseller Sukses Modal Kecil

Kalian ingin memiliki sebuah usaha sendiri namun terkendala dengan modal yang terbatas? Mengapa tidak mencoba menjadi seorang reseller? Mengapa harus reseller? Apa tidak ada jenis bisnis lain yang bisa mendatangkan untung besar dengan modal kecil?

Mengapa reseller? Karena bisnis reseller membutuhkan modal kecil, bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa batasan ruang dan waktu, apalahi kalau kalian memilih menjadi reseller online. Sebelum kalian terjun kedalam bisnis ini ada baiknya kalian mempelajari cara menjadi reseller sukses terlebih dahulu..

Mari kita mulai dengan pengertian reseller. Reseller mengacu pada kegiatan menjual kembali sebuah produk yang berasal dari supplier. Dalam hal ini, kalian membeli barang dari supplier kemudian memasarkannya kembali kepada konsumen.

Bila seorang reseller harus menyetok produk kemudian menjual kembali kepada konsumen, seorang dropshipper hanya perlu memasarkannya saja tanpa perlu menyetok produk tersebut di tempat mereka.

Konsep reseller dan dropshipper sudah kalian pahami, namun masih ragu untuk memulainya? Kalian tidak tahu harus mulai dari mana? simak tutorial Cara Menjadi Reseller Sukses Modal Kecil yang kami kutip dari blog.sribu.com

Jangan khawatir, kami memiliki panduan singkat cara menjadi reseller dengan modal kecil yang bisa kalian praktekkan sekarang juga. Setelah ini, kalian akan memahami betul cara menjadi reseller dan dropshipper dengan modal terbatas.

Memilih Produk

Kita akan mulai belajar cara menjadi reseller yang sukses dengan memilih produk yang akan dijual. Ada ratusan jenis produk diluar sana dan memang cukup membingungkan untuk memilih produk yang tepat.

Untuk membantu kalian dalam memilih produk yang tepat, coba pertimbangkan beberapa hal berikut:

Sesuai dengan hobi atau kegemaran kalian Pilihlah produk yang sesuai dengan hobi atau kegemaran kallian?

Mengapa?

Karena kalian pastinya sudah memiliki pengetahuan dan passion mengenai produk tersebut. Semua hal tersebut akan tercermin dalam cara kalian menawarkan produk tersebut ke orang lain, dan bisa dipastikan tawaran kalian akan jauh lebih menjual.

Selain itu, kalian akan lebih menikmati setiap prosesnya, karena produk yang kalian jual merupakan sesuatu yang kalian sukai.

Spesifik

Mulailah dengan sesuatu yang spesifik, terutama bila kalian baru saja mulai dalam semua upaya dan cara menjadi reseller. Mengapa?

Memilih kategori produk yang spesifik membantu kalian untuk fokus. Kalian bisa fokus dalam hal pemasaran, target pasar, pemilihan supplier, manajemen sumber daya dan tentu saja memperkecil jumlah saingan. Fokuslah pada berjualan baju anak dengan tema kartun bukan hanya sekedar baju anak saja.

Ringan dan kuat

Logistik merupakan salah satu isu utama dalam pengiriman barang, jadi akan jauh lebih baik bila kalian memilih produk yang ringan dan kuat vs produk yang berat dan rapuh, contohnya pakaian vs vas kaca berukuran besar

Target Pasar

Tentukan target pasar kalian. Mengapa hal ini masuk dalam panduan cara menjadi reseller disini? Karena dengan menentukan target, maka kalian akan bisa membuat penawaran yang lebih tepat sasaran.

Bahasa penawaran yang kalian berikan untuk target pasar kalangan professional muda dan remaja tentunya berbeda.

Sentuhan humor dan penggunaan bahasa gaul mungkin akan berhasil untuk kalangan remaja dan dewas muda, namun pastinya tidak akan menarik perhatian kaum profesional yang cenderung serius. Tidak hanya itu, media pemasaran yang akan dipergunakan juga akan berbeda, tergantung pada target pasar kalian.

Bila target pasar kalian adalah masyarakat umum dan anak muda, media seperti Facebook bisa menjadi pilihan, bukannya LinkedIn yang lebih berfokus pada sesama pelaku bisnis. Tapi jangan berhenti disitu.

Setelah menetapkan target pasar berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan agama (istilah kerennya menetapkan kelompok demografi), lanjutkan dengan menetapkan psikografi.

Apa psikografi itu? Psikografi mengacu pada hal-hal yang berkaitan dengan sikap, minat, gaya hidup dan pandangan-pandangan mereka.

Buatlah sebuah profil berdasarkan demografi dan psikografi yang sudah kalian tetapkan. Misalnya, target kalian adalah wanita usia 30-40 tahun, menikah, memiliki minat pada dunia fashion, berlangganan majalah fashion, lebih banyak menggunakan Instagram, dan seterusnya. Setelah kalian menetapkan profil tersebut, analisa dan lakukan evaluasi.

Rumit dan melelahkan?

Pada awalnya memang seperti itu, namun dengan membangun profil seperti itu, kalian akan lebih mudah menentukan cara dan media yang tepat untuk terhubung dengan mereka.

Fokus Pada Marketing

Tips cara menjadi reseller selanjutnya adalah perihal marketing. Terlepas dari apakah kalian memilih menjadi reseller atau dropshipper, marketing adalah kunci kesuksesan kalian.

Tujuan marketing ini ada 2:

  • Meningkatkan brand awareness, artinya akan lebih banyak orang yang mengetahui keberadaan kalian sebagai reseller
  • Konversi alias merubah para pengunjung menjadi pembeli

Strategi marketing apa yang kalian pilih? Bila kalian fokus untuk menjadi reseller online, maka kalian perlu mempelajari strategi marketing online. Website, sosial media dan teknik SEO adalah beberapa hal diantaranya.

Darimana kalian akan memulai strategi marketing kalian?

Mulailah dengan sebuah tempat untuk memajang semua produk yang kalian tawarkan. Sebuah website atau blog adalah pilihan paling ideal karena kalian bisa bebas berkreasi dengan konten yang akan kalian tawarkan.

  • Bangun web atau blog anda semenarik mungkin dengan konten yang berkualitas.
  • Konten yang berkualitas disini berisikan deskripsi produk yang menjual, dan tentu saja gambar dari produk itu sendiri.
  • Kalian juga bisa menambahkan berbagai info menarik seputar produk tersebut, bisa berupa tips dan trik, artikel “How to” dan seterusnya.
  • Jangan berhenti disini. Sebuah website hanyalah sebuah permulaan. Kalian perlu belajar lagi mengenai teknik pemasaran lainnya.
  • Manfaatkan iklan (online atau offline), teknik SEO dan sosial media untuk memperkenalkan website kalian di dunia maya.

Memilih Supplier yang Professional

Hal ini merupakan sebuah keharusan saat kalian mencari cara menjadi reseller yang sukses. Ingat bahwa tugas utama kalian adalah pemasaran sementara hal-hal yang berkaitan dengan produk merupakan tanggung jawab supplier.

Supplier yang professional akan bertanggung jawab untuk produk mereka sehingga kalian tidak perlu ambil pusing mengenai hal tersebut. Dari ratusan supplier yang ada diluar sana, pilihlah supplier dengan mempertimbangkan aspek-aspek berikut:

Kredibilitas

Pastikan supplier yang kalian pilih memiliki kredibilitas agar kalian tidak dirugikan di kemudian hari. Cari tahu mengenai latar belakang dan hal-hal lain mengenai supplier tersebut.

Harga dan sistem komisi yang jelas

Bagaimana dengan harga produk dari supplier? Bandingkan dengan supplier lain agar kalian mendapatkan harga terbaik.

Tujuan utamanya adalah agar kalian mendapatkan harga khusus reseller. Dengan begini, kallian bisa menaikkan harga produk tersebut kepada konsumen tanpa perlu khawatir konsumen memilih membelinya secara langsung pada supplier.

Beberapa supplier mungkin memiliki sistem komisi sendiri. Dalam hal ini, cari tahu mengenai sistem komisi tersebut. Bandingkan dengan penawaran dari supplier yang lain.

  • Apakah sistem komisi tersebut memaparkan dengan jelas keuntungan yang akan kalian dapatkan?
  • Apakah ada biaya-biaya lain yang harus kalian bayarkan?

Kualitas produk

Pilih supplier yang menyediakan produk dengan kualitas terpercaya. Produk yang berkualitas menjadi kunci kepuasan konsumen kalian

Ketersediaan barang

Sebagai reseller atau dropshipper, kalian tidak bisa memastikan ketersediaan produk. Oleh karena itu, pastikan untuk memilih supplier yang memiliki stok barang yang cukup atau pastikan supplier selalu bergerak cepat untuk mengisi stok yang kosong agar tidak mengecewakan konsumen.

Komunikasi lancar

Komunikasi yang lancar antara kalian sebagai reseller atau dropshipper dengan supplier merupakan sebuah keharusan. Jangan memilih supplier yang tidak bisa memberikan respon yang cepat untuk pertanyaan, saran, ataupun keluhan dari kalian atau dari konsumen

Singkirkan supplier yang tidak bisa sesuai dengan kalian

Disarankan untuk bekerja sama dengan lebih dari satu supplier. Dengan begini kalian bisa mengantisipasi ketersediaan produk. Bila salah satu supplier terus bermasalah dengan keterlambatan pengiriman atau lambat dalam memberikan respon, singkirkan.

Harga Produk

Penentuan harga adalah panduan cara menjadi reseller selanjutnya. Bagaimana cara menetapkan harga untuk produk yang akan kalian jual melalui sistem reseller atau dropshipper ini?

Beberapa supplier memiliki ketentuan tersendiri mengenai hal ini, jadi pelajari terlebih dahulu kebijakan masing-masing supplier.

Bila supplier kalian tidak memiliki ketentuan khusus perihal penetapan harga, maka kalian bebas untuk menentukannya sendiri.

Cari tahu mengenai kisaran harga produk sejenis di pasaran. Pertimbangkan mengenai biaya yang harus kalian keluarkan misalnya biaya pemasaran, biaya pemeliharaan bisnis, dan biaya lain-lain.

Banyak reseller yang menetapkan profit sekitar 10% – 20% untuk setiap produk yang mereka jual. Jadi bila supplier menetapkan harga produk A sebesar Rp. 100.000,- kalian bisa menjualnya dengan harga Rp. 120.000,-

Jangan terjebak untuk menurunkan harga produk hanya karena kompetitor kalian melakukan hal tersebut. Sepanjang harga yang kalian tetapkan masih masuk dalam kisaran harga pasaran, maka kalian akan baik-baik saja.

Kalian hanya perlu membuat strategi agar produk yang kalian tawarkan terlihat jauh lebih menarik untuk memikat calon pembeli.

Pelayanan Konsumen

Selanjutnya kita perlu membahas mengenai pelayanan konsumen. Salah satu cara menjadi reseller ataupun dropshipper yang sukses adalah dengan memberikan pelayanan konsumen yang luar biasa.

Konsumen yang terkesan dengan pelayanan kalian akan menyebarkannya kepada orang lain. Secara tidak langsung kalian telah merekrut konsumen tadi menjadi tenaga marketing kalian.

Dengan kata lain, pelayanan konsumen yang memuaskan akan mendorong berjalannya sebuah strategi pemasaran yang paling efektif yaitu strategi “mulut ke mulut”.

Semakin banyak orang yang membicarakan mengenai produk kalian, semakin besar kemungkinan untuk menaikkan jumlah pengunjung untuk mendorong naiknya tingkat konversi. Bagaimana cara untuk memberikan pelayanan konsumen yang luar biasa? Sederhana saja. Cukup dengan:

Respon yang cepat

Bayangkan bila kalian harus menunggu lama untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan kalian. Sangat tidak menyenangkan bukan.

Respon yang cepat untuk setiap pertanyaan, pesan, kritik ataupun order merupakan salah satu syarat utama untuk menjamin kepuasan konsumen. Bukan berarti kalian harus standby 24 jam, namun jangan biarkan konsumen menunggu terlalu lama.

Bahasa yang sopan

Hal ini rasanya tidak perlu dijelaskan lebih lanjut. Kalian pasti sudah sering mendengar istilah “Anda sopan, kami segan”. Siapkan solusi untuk masalah yang mungkin terjadi seperti barang yang tidak terkirim atau masalah pengembalian barang

Apakah kalian sudah memiliki solusi untuk permasalahan tersebut? Bila belum, segera cari solusinya sekarang juga.

Ingatlah bahwa sang konsumen memesan barang kepada anda dan bukan kepada supplier. Walaupun sumber permasalahan berasal dari supplier, namun konsumen tidak tahu menahu mengenai hal tersebut.

Akui kesalahan tersebut dan berikan solusinya secepat mungkin. Untuk mengantisipasi hal ini, kalian perlu memiliki perjanjian yang jelas dengan pihak supplier sejak awal. Bila kalian mampu memberikan solusi yang tepat dan efektif, maka bisa dipastikan anda tidak akan mengecewakan konsumen

Apakah sudah cukup? Belum!

Kalian harus bisa memberikan lebih, untuk membedakan diri dengan brand yang lain. Apa yang bisa kalian lakukan?

Kirimkan kartu ucapan terima kasih. Berikan hadiah bulanan gratis untuk pelanggan yang setia. Lakukan hal-hal yang membuat konsumen merasa berharga dan dihargai

Berikan Penawaran Menarik Seperti Diskon atau Paket

Semua orang ingin mendapakan produk yang mereka inginkan dengan harga yang lebih murah. Berikan hal tersebut kepada mereka, bagaimana caranya?

Tampilkan produk kalian yang paling populer atau paling baru di halaman depan web. Lalu, tonjolkan penawaran khusus berupa diskon atau hadiah khusus untuk setiap pembelian. Bisa juga dengan menawarkan produk dalam bentuk paket misalnya paket pakaian couple, tentunya dengan harga yang menarik.

Cara ini cukup efektif untuk menangkap perhatian calon konsumen dan begitu mereka mengenali potensi untuk memiliki produk yang mereka inginkan dengan harga termurah, maka para calon konsumen ini akan berubah menjadi konsumen.

Branding

Cara menjadi reseller yang sukses selanjutnya adalah dengan membangun brand. Bangun brand yang kuat, jauh lebih kuat daripada produk yang kalian tawarkan.

Bingung bagaimana caranya? Mari cari tahu lebih lanjut Branding itu sendiri merupakan proses yang panjang, namun kalian bisa memulainya dari hal-hal berikut ini:

Memilih nama brand yang tepat

Jangan memilih nama yang pasaran, sudah banyak dipakai orang atau sulit untuk diucapkan. Tampilkan nama brand yang beda, unik, dan lucu agar orang mudah mengingatnya

  • Berikan ciri khas tersendiri
    Berikan brand kalian ciri tersendiri
  • Misalnya penggunaan kombinasi warna tertentu yang akan mengingatkan orang akan brand kalian. Bisa juga penambahan slogan atau moto yang unik dan tetap menggambarkan usaha yang kalian jalankan
  • Promosikan nama dan ciri brand kalian secara teratur lewat media
  • Setelah kalian memilih nama dan ciri khas, pastikan untuk mempromosikannya pada khalayak luas
  • Pergunakan media sosial seperti Facebook atau Instagram untuk mengenalkan diri kalian
  • Lakukan secara teratur dan ingatlah bahwa ini hanyalah sebagian dari upaya membangun brand kalian

Social media bisa menjadi senjata paling ampuh untuk mengembangkan brand kalian. Rancanglah ide tersebut dengan matang, dan biarkan freelancer profesional bekerja untuk kalian..

Automatisasi dengan menggunakan tool seperti Buffer dan Kit

Apakah kalian merasa kewalahan dengan semua hal yang harus dijalankan dalam bisnis reseller dan dropshipping kalian? Disinilah kalian harus belajar cara menjadi reseller yang sukses yaitu dengan menggunakan alat bantu

Penggunaan alat bantu akan membantu kalian menjadi reseller yang mampu bekerja keras dan juga bekerja dengan cerdas. Alat bantu seperti apa yang bisa kalian pergunakan dalam bisnis drophipping dan retail?

Ada banyak pilihan, misalnya Buffer. Dengan Buffer, kalian tidak perlu repot-repot lagi memposting hal baru di akun sosial media kalian. Biarkan Buffer melakukannya untuk anda secara otomatis sesuai dengan perencanaan awal.

Gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai alat bantu seperti ini. Kalian akan menemukan begitu banyak pilihan diluar sana mulai dari program yang membantu dalam proses marketing dan posting sosial medial seperti Buffer dan Kit, hingga program yang membantu mensinkronkan antara reseller dan supplier.

Pilih program yang paling cocok dengan kebutuhan kalian untuk menjadi reseller yang sukses

Presentasi yang Oke

Semua tips dan panduan cara menjadi reseller dan cara menjadi dropshipper yang sudah disebutkan diatas tidak akan berguna kalau kalian tidak bisa memberikan presentasi yang menggugah. Ingin tahu bagaimana cara memberikan presentasi produk yang mampu menarik perhatian?

Mudah sekali.

Mulai dari gambar. Sebuah gambar mampu berbicara lebih dari ribuan kata. Tampilkan produk kalian semenarik mungkin. Jangan hanya bergantung pada gambar produk yang disediakan oleh supplier. Bila perlu ambil gambar kalian sendiri? Bagaimana caranya? Kita akan membahasnya nanti

Selain gambar, jangan lupa berikan deskripsi yang benar-benar menarik. Sekali lagi, jangan hanya terpaku pada deskripsi yang disediakan oleh supplier. Berikan deskripsi yang detail dan menarik.

Masih bingung bagaimana caranya?

Untuk bisa memberikan deskripsi yang benar-benar menarik, kalian harus memiliki pengalaman dengan produk yang kalian jual. Mintalah sampel produk dari supplier sehingga kalian bisa melihat langsung produk yang kalian jual.

Dengan begini, kalian bisa membuat deskripsi produk yang menonjolkan semua fitur-fitur yang ada beserta kelebihannya dengan lebih nyata. Deskripsi seperti ini memiliki daya jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan deskripsi standar dari supplier.

Selain itu, kalian juga bisa mengambil gambar atau foto dari produk tersebut dengan menggunakan pendekatan yang berbeda. Foto produk dengan kualitas tinggi mampu memikat hati calon konsumen.

10 Panduan Jitu Cara Menjadi Reseller Sukses Modal Kecil diatas akan membimbing kalian menuju hasil yang kalian inginkan.

Namun, semua perencanaan tersebut tidak akan membawa hasil bila kalian tidak melakukan hal ini. Kenyataannya, banyak orang yang gagal dalam upaya mereka menjadi reseller atau menjadi dropshipper karena mereka gagal dalam menjalankan hal ini.

  • Hal apa yang dimaksudkan disini?
  • Hal yang dimaksud adalah mulai membangun bisnis kalian sekarang juga.

Banyak orang menghabiskan waktu dalam perencanaan, menimbang untung rugi, resiko, keuntungan dan lain sebaaginya, namum mereka lupa untuk memulai bisnis tersebut.

Bukan berarti kalian tidak perlu merencanakan segala sesuatunya, namun jangan terlalu lama membuat rencana hingga lupa untuk mulai beraksi. Talk less do more Bagaimana dengan kalian? Siap untuk menjadi reseller dan dropshipper sukses?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed